Selasa, 08 Januari 2013

Jadi Veteran Dakwah, Mau???



           

Presented by Kareen el - Qalamy

                Seiring berjalannya waktu, cepat atau lambat, terasa atau tidak terasa. Terutama bagi mereka yang menyandang gelar sebagai mahasiswa tidak lama lagi akan segera berakhir. Bisa dikatakan begitu. Apakah selamanya akan menjadi mahasiswa? Tentu tidak. Semua itu akan ada waktu deadlinenya.
            Lebih mengerucut lagi, salah satu unsur masyarakat kampus, yaitu mahasiswa. Mahasiswa yang dibahas di sini bukanlah sembarang mahasiswa. Selain menyandang gelar sebagai mahasiswa juga sekaligus sebagai aktivis dakwah kampus (ADK). Nampaknya terlihat keren ya. Memang, di tangan aktivis dakwah kampus inilah yang nantinya akan melanjutkan risalah Rosulullah. Bahasa kerenya sebagai penyambung lidah Rosul.
Gelar ADK ini bukanlah main-main. Hanya mereka yang mempunyai komitmen tinggi terhadap nasib dakwah Islam ke depan yang pantas menyandang gelar itu. Oleh sebab itu bagi mereka yang masih setengah-setengah jangan harap bisa bertahan. Hanya orang-orang yang mempunyai loyalitas dan totalitas yang mampu bertahan hingga surga menantinya.
Menjadi seorang ADK bukannya sepi dari tantangan dan godaan. Justru dengan adanya cobaan dan godaan yang datang, akan semakin bertambah tinggi derajat keimanan dan ketakwaan. Asalkan para ADK ini mampu melewati semua itu dengan penuh kesabaran, keikhlasan dan kesyukuran. Tapi kalau sebaliknya bisa berabe lho.
Cobaan dan ujian yang menghadang sangatlah bervariatif. Akan semakin bertambah kuat cobaan dan ujian yang datang ketika ADK sudah menyelesaikan masa studinya di kampus. Ada yang memilih untuk kembali ke daerahnya masing-masing atau malah menetap di kota tempatnya dulu ia belajar di kampus.
Oleh sebab itu hal ini sangatlah perlu dipikirkan masak-masak oleh ADK yang memang sudah mau selesai masa studinya. Jangan sampai aktivitas dakwah yang pernah dilakukan di kampus menjadi terhenti hanya karena lulus alias berguguran di jalan dakwah. Hal ini perlu diwaspadai karena dalam keenyataannya memang seperti itu. ADK yang dulunya notabene kader yang militan, qowy, haroki dll yang menempati jabatan strategis di dakwah kampus, menjadi orang yang zero amanah setelah kembali ke masyarakat. Fenomena seperti itu sangatlah disayangkan.
Jika setelah lulus masih ingin berkontribusi di dunia dakwah, alangkah baiknya setelah lulus kuliah melanjutkan estafet dakwah di lingkungan masyarakat. Singkatannya sama ADK tapi kepanjangannya Aktivis Dakwah Kampung. Masyarakatlah lahan dakwah yang sesungguhnya. Apabila dibandingkan dengan kampus, problematika yang ada belumlah sekompleks jika berdakwah di masyarakat. Dakwah masyarakat ini bisa dikatakan juga dakwah pasca kampus.
Tidaklah mudah memang karena dakwah pasca kampus juga memiliki karakteristik tersendiri. Namun walaupun lebih sulit dan berat saat menjalaninya, mau tidak mau harus menyongsongnya agar tidak mendapatkan gelar sebagai veteran dakwah. Salah satu caranya dengan memiliki keahlian khusus dimana dengan keahlian tersebut dengan mudah bisa mempengaruhi orang lain untuk memuluskan dalam menyampaikan kebenaran. Dengan keahlian yang dimiliki orang lain akan segan untuk mendengarkan apa yang kita sampaikan.
            Oleh sebab itu bagi aktivis dakwah kampus sebelum terlanjur menceburkan diri di dakwah masyarakat, mumpung masih ada kesempatan. Kesempatan untuk selalu mengupgrade kafaah diri agar memiliki bekal ketika nantinya harus kembali ke masyarakat. Asal tahu saja bahwa masyarakat membutuhkan kontribusi dari para aktivis dakwah pasca kampus. So, menjadi veteran dakwah, sorrylah yaw...

           

4 komentar:

  1. Lanjutkan...kunjungan petang....

    BalasHapus
  2. It salah satu materi dr sarasehan kmrn lho..

    BalasHapus
  3. satu yang penting yang sering dilupakan, dakwah harus ditegakkan di atas ilmu bukan hanya dengan semangat saja. berapa banyak yang ingin merubah masyarakat namun hanya berbekal hamasah semangat saja akibatnya bukannya kemaslahatan yang timbul namun hanya berujung kepada kehizbiyan bukan kepada persatuan di atas Al Quran dan As Sunnah.
    umar bin abdul aziz berkata
    من عبد الله بغير كان ما يفسده أكثر مما يصلح

    barang siapa beribadah kepada Allah (dakwah termasuk ibadah lo) tanpa ilmu, maka kerusakan yang dia timbulkan lebih banyak daripada kemanfaatan yang dihasilkannya. maka sebagaimana Imam Bukhari membuat bab di dalam kitab Ilmu dalam bukunya As Shahih al Jami' (shahih Bukhari) bab
    العلم قبل القول و العمل
    (ilmu sebelum perkata dan beramal) yang mengisyaratkan kepada kaum muslimin semua bahwa mereka harus mendasari yang dia kerjakan dan katakan dengan ilmu ,dalil jika dia meniatkan perbuatannya itu adalah sebagai bagian dari agama ataupun dari ibadah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat...
      D alinea terakhir kn dh dijelaskan jg..

      Hapus