Rabu, 01 April 2015

Kegundahan Hati Akan Nasib Bangsa Ini








Presented by Kareen el-Qalamy




              Pasca pemilu 2014 dan terpilihnya pasangan presiden dan wakil presiden, Jokowi dan Jusuf Kalla harapan akan kondisi bangsa dan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik nampaknya sedikit demi sedikit akan semakin luntur dan hilang. Realitas di lapangan lambat laun menunjukan hal tersebut. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pun semakin menyengsarakan rakyat.
Naik turunnya harga BBM sekehendak hati tanpa adanya alasan yang jelas, berhentinya Raskin dan BLT yang diterima rakyat kurang mampu – alih-alih akan diberi kartu sakti, sampai sekarang buktinya mana?, kenaikan tarif listrik, kenaikan tarif kereta api, nilai tukar rupiah anjlok, hukum kocar-kacir, kriminalitas semakin merajalela, mulai dibungkamnya kebebasan pers dan masih banyak lagi kebijakan-kebijakan yang semakin tidak karuan.
Entah sebagai warga negara saya sangat miris melihat kondisi bangsa semakin kian terpuruk. Jokowi yang masa kampanye dulu hadir bak pahlawan yang akan menyelamatkan kondisi bangsa ini dari segala krisis kehidupan, nyatanya apa, sekarang ketika sudah terpilih seolah-olah menghilang entah kemana, Indonesia berasa seperti tidak punya presiden. Para menterinya juga ikut-ikutan, katanya namanya kabinet kerja, tapi apa hasil yang sudah terlihat? Belum ada. Slogan-slogan dan janji-janji yang dulu pernah diteriakan saat kampanye nampaknya tinggal omdo alias omong doang  yang entah akan terealisasi atau tidak.
Itu baru sebatas kebijakan yang memperburuk kondisi bangsa, belum ditambah dengan kebijakan yang juga merugikan dan melukai hati umat Islam. Beberapa isu kebijakan kontroversi pernah akan diberlakukan, sebagai contoh penghapusan kolom agama di KTP, pengaturan doa di sekolah negeri agar takdominan Islam, pengusulan dedengkot Syiah di Indonesia untuk dijadikan Menteri Agama dan masih banyak lagi walaupun itu semua akhirnya tidak jadi diberlakukan. Terakhir isu terkait pemblokiran sejumlah situs Islam yang sekarang ini sedang ramai diperbincangkan di media massa.
Media elektronik seperti TV nampaknya sudah di-setting sedemikian rupa agar tidak memberitakan fakta-fakta yang terjadi terkait kondisi perpolitikan dan pemerintahan sekarang. Masyarakat sengaja disuguhkan dengan tontonan yang melenakan seperti entertaintment, batu akik dll. Hal tersebut mungkin dilakukan agar pemerintah tidak kelihatan boroknya dan menandakan pemerintah tidak mau dikritik. Para mahasiswa di berbagai daerah mulai turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka sengaja tidak diliput sama sekali.
Begitulah kondisi bangsaku dan umat Islam Indonesia sekarang. Ini baru beberapa yang bisa saya tuliskan. Mungkin masih banyak lagi yang tidak nampak dan tanpa disadari. Fenomena ini layaknya seperti gunung es di lautan. Masyarakat dan umat Islam harusnya segera sadar dengan kondisi pemerintahan yang semakin menampakkan tidak pro rakyat tetapi lebih ke pro kapitalis dan tidak pro Islam tetapi malah semakin memusuhi Islam dengan berbagai kebijakan kontroversionalnya. Sadar untuk mulai bersatu menggalang kekuatan untuk bisa memerangi itu semua. Zaman rezim Orde Baru saja bisa digulingkan apalagi sekarang. Sebelum kondisi semakin terpuruk dan umat Islam semakin dibatasi ruang geraknya untuk beribadah dan berdakwah.
Mungkin setelah membaca tulisan ini, ada sebagian kelompok atau rang yang menertawakan, silakan saja. Toh ini salah satu penyaluran aspirasi, kegundahan dan keprihatinan dan sebagai bentuk perhatian saya sebagai seorang warga negara yang ingin kondisi bangsanya berubah menjadi baik melalui tulisan. Harapannya dengan tulisan ini siapaun yang membaca akan tergerak hatinya, terutama mereka-mereka yang memiliki kekuasaan. Saya melakukan yang bisa saya lakukan. Semoga menginspirasi dan menggugah kesadaran masyarakat yang selama ini dininabobokan, padahal tanpa sadar mereka digiring ke lembah kehancuran. Na’udzubillahi min dzalik.  Maafkan apabila ada yang tersinggung dan kurang berkenan dengan tulisan saya. Semoga Allah masih berkenan mencurahkan rahmat-Nya untuk bangsa dan umat ini. Aamiin. Wallahu’alam.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar