Rabu, 01 April 2015

Media Sosial Sebagai Cerminan Hati



Presented by Kareen el-Qalamy



            Perkembangan dunia IPTEK ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan media. Hal itu bisa dilihat dari perbandingan media di era 19n dengan media di abad 21. Dulunya media sebatas media cetak saja, sekarang tidak hanya media cetak tetapi juga ada media elektronik. Media elektronik yang awalnya hanya berupa televisi dan radio sekarang sudah mengalami perkembangan pesat, lebih beragam jenisnya.
            Salah satu yang mengalami perkembangan pesat adalah adanya dunia internet. Layaknya dunia ada di genggaman, internet sudah merambah di tangan setiap orang. Para konsumen sangatlah dimanjakan oleh kemudahan dalam mengakses informasi. Selain internet, wabah media sosial juga tidak mau kalah menjangkiti mayoritas penduduk di bumi.
            Sejak pertama kali dipopulerkan - facebook namanya – sekarang sudah muncul beragam jenis dari media sosial. Diantaranya ada WhatsApp, Blackberry Messenger, Line dll. Semuanya itu sangatlah menggoda para penggunanya untuk men-share apa saja yang sedang dilakukan, yang dirasakan dll, berbagi informasi apapun itu dan kemudahan dalam hal komunikasi.
            Salah satu fungsi yang perlu dibahas adalah kita bisa men-share segala aktivitas yang sedang dilakukan dan mengungkapkan segala isi hati. Seolah-olah media sosial sebagai media curahan hati yang dulunya fungsi tersebut dipegang oleh buku diary. Namun terkadasang orang tidak menyadari bahwasannya antara media sosial dan buku  diary sangatlah berbeda. Buku diary sangatlah bersifat privasi, tidak ada yang bisa membaca selain penulisnya sendiri. Sedangkan media sosial lebih bersifat umum, siapapun orang bisa melihat dan membaca apa yang kita share-kan – walaupn bisa di-setting tertutup atau hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihat dan membacanya.
            Bukannya lantas tidak membolehkan atau memandang sinis bagi siapapun yang suka men-share apapun itu di media sosial. Namun bagaimanapun juga sangat perlu diperhatikan konten seperti apa yang akan kita share, apakah itu bisa membawa manfaat bagi orang lain ataukah tidak ada manfaatnya sama sekali, bahkan justru menyakiti orang lain.. Konten yang bermanfaat yaitu konten yang membawa inspirasi bagi orang lain, konten yang dapat mendorong seseorang untuk dapat berbuat baik atau sebagai wasilah hijrahnya seseorang dari hal-hal yang tidak baik menuju kepada hal-hal yang lebih naik. Konten yang bisa lebih mengantarkan para pembacanya untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.
            Asal tahu saja, untuk konten yang sering kita share-kan juga bisa sekaligus sebagai cerminan hati bagaimana sesosok diri kita. Karena secara tidak langsung konten yang di-share-kan sebagai gambaran akan watak atau karakter kita sebenarnya. Misalkan orang yang sering menulis status mengabarkan sedang galau, bisa jadi orang tersebut memang gampang sekali galau. Namun lantas juga belum tentu apa yang dituliskan oleh semua orang di media sosial menggambarkan akan kondisi hati yang sebenarnya.
            So, hati-hati ya Guys, ketika menuliskan sesuatu di media sosial. Jangan sembarangan menuliskan sesuatu apalagi hal tersebut menggambarkan kondisi hati kita sebenarnya. Karena orang lain akan menilai kepribadian kita dario apa-apa yang kita tuliskan atau kita share-kan di media sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar