Rabu, 16 September 2015

Pertemuan VS Perpisahan




Presented by Kareen el-Qalamy




             Di dunia ini apa sih yang tidak diciptakan berpasangan? Langit dengan bumi, siang dengan malam, matahari dengan bulan, laki-laki dengan perempuan, senang dengan sedih dan masih banyak lagi. Salah satu pasangan yang silih berganti menghampiri kehidupan setiap manusia yaitu pertemuan dengan perpisahan.
            Mengapa saya memilih untuk membahas pasangan yang satu ini – pertemuan dengan perpisahan – karena pasangan ini memiliki keunikan tersendiri. Keunikan yang dimaksud yaitu pertemuan dengan perpisahan dapat meninggalkan kesan tersendiri di hati setiap manusia. Menorehkan warna-warni kehidupan setiap manusia sehingga kehidupannya semakin bermakna.
            Pasangan ini juga terkadang membuat manusia lalai, lupa atau terlena. Lalai, lupa atau terlena untuk mempersiapkan perpisahan setiap kali menemui atau menjumpai suatu hal. Sebagai contoh dua orang dipertemukan dan sudah menjalani persahabatan sekian lama suatu saat  pasti akan mengalami perpisahan. Jadi setiap kali mengalami pertemuan atau perjumpaan pasti suatu saat harus siap menghadapi perpisahan. Karena pasangan pertemuan dengan perpisahan selalu beriringan, tidak pernah terpisah satu sama lain.
            Tidak hanya pertemuan atau perjuampaan dengan makhluk bernyawa saja, dengan benda mati pun suatu saat pasti akan mengalami perpisahan. Namun, pertemuan dengan perpisahan ini bisa berbeda konteksnya. Terkadang ada yang secara lahirnya berpisah – dipisahkan oleh jarak – namun batin tetap bersatu. Ada yang berpisah di dunia, tetapi bisa saja di akhirat nanti akan dipertemukan kembali.
            Permasalahannya bukan di pertemuan atau perpisahannya, namun bagaimana cara kita menyikapi setiap pertemuan dan perpisahan yang terjadi. Memang perpisahan identik dengan kesedihan karena berpisah dengan suatu hal yang sangat disukainya. Namun apabila perpisahan itu disikapi dengan bijak kesedihan tidak akan melanda berlarut-larut, walaupun memang merasa sedih karena perpisahan merupakan suatu hal yang manusiawi. Sedangkan pertemuan identik dengan kebahagiaan jika dipertemukan dengan suatu hal yang menyenangkan.
            Cara menyikapi pasangan pertemuan dengan perpisahan ini yaitu diantaranya: Ketika pertemuan, jangan sampai membuat kita lupa atau lalai bahwasannya semua yang ada ini Allah yang mempertemukan atau istilah lain sudah menjadi takdir Allah untuk mempertemukan. Dan apapun yang dipertemukan oleh Allah sifatnya hanya titipan, suatu saat pasti akan diambil kembali. Maka terjadilah perpisahan ketika Allah sudah mengambilnya kembali. Kalau kita bisa menyikapi seperti uraian sebelumnya terkait pertemuan, maka kebahagiaan yang dirasakan tidak akan berlebihan dan akan teringat bahwa suatu saat pasti akan mengalami perpisahan. Jadi momen pertemuan yang sedang terjadi akan dimanfaatkan sebaik mungkin sebelum perpisahan datang menghampiri.
            Sedangkan ketika perpisahan datang menyapa, sikap yang harus kita lakukan tidak usah larut dalam kesedihan yang berkepanjangan karena itu juga sudah menjadi takdir Allah. Selain itu juga semua yang ada di dunia ini adalah semata-mata hanyalah titipan Allah SWT. Istri, suami, orang tua, teman, harta benda dan lain sebagainya hanyalah titipan Allah dan suatu saat Allah berhak untuk mengambilnya. Setelah meyakini bahwa itu adalah takdir Allah, semua titipan Allah lantas selalu memohon berdoa kepada Allah agar kelak bisa dipertemukan kembali. Kalaupun tidak bisa dipertemukan kembali di dunia dan dalam keadaan lebih baik, memohon agar masih bisa dipertemukan di akhirat lebih khususnya minta dipertemukan lagi di surga-Nya.
            So, yang sekarang ini masih merasakan momen pertemuan khususnya dengan orang-orang yang kita sayangi dan yang kita cintai, yuk manfaatkan waktu-waktu pertemuan ini semaksimal mungkin. Salah satunya dengan membahagiakan orang-orang tersayang dan tercinta Agar tidak sia-sia dan mumpung sebelum perpisahan datang menghampiri. Memanfaatkan waktu pertemuan agar lebih berkenan dan lebih bermakna tentunya. Kalau tidak bisa-bisa kecewa dan sedih melanda karena perpisahan sudah datang namun belum bisa memanfaatkan waktu pertemuan dengan sebaik mungkin. Karena perpisahan mengajarkan arti akan pertemuan Wallahu’alam.

2 komentar: