Rabu, 09 November 2011

Memaknai 10 November

Presented by Kareen el_Qalamy

Apabila menengok sebentar ke belakang. Ke latar belakang berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tentu banyak kejadian-kejadian penting. Kejadian-kejadian yang tidak bisa terlepas dari sejarah Indonesia. Peristiwa-peristiwa penting yang tidak bisa terlepas dari peran penting dan sumbangsih yang diberikan oleh para pahlawan negeri ini.
Para pahlawan yang rela mengorbankan segalanya, bahkan jiwa mereka pertaruhkan demi mewujudkan Indonesia merdeka. Melawan kebengisan para penjajah yang bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat Indonesia. Mereka tega merampas hak-hak yang seharusnya didapat oleh rakyat pribumi. Tidak hanya hak untuk mencicipi manisnya kemerdekaan bahkan hak untuk hidup juga dibatasi.
Para penjajah dengan seenaknya memperlakukan rakyat pribumi tanpa adanya rasa peri kemanusiaan sedikitpun. Mereka tega pemberlakukan sistem kerja paksa yang terkenal dengan kerja rodi. Rakyat dikuras tenaganya untuk merealisasikan kepentingan penjajah. Sistem kerja rodi membangun jalan, jembatan dan semua sarana yang ada agar rencana menguasai perdagangan dan kekayaan alam Indonesia berjalan mulus. Itu dapat dikatakan berhasil karena penjajah menduduki Indonesia secara leluasa selama kurang lebih 3,5 abad yang lalu. Kurun waktu sekian bukanlah waktu yang singkat.
Untuk melepas belenggu penjajahan, segala macam bentuk perjuangan rakyat Indonesia telah diupayakan. Dari yang bersifat radikal sampai yang bersifat moderat. Dari yang bersikukuh dengan usahanya sendiri sampai yang mau diajak bekerja sama. Semuanya dilakukan dengan harapan kemerdekaan bisa terwujud.
Salah satu perjuangan dari rakyat Indonesia adalah pada tanggal 10 November ini. Bertempat di Surabaya dibangun sebuah monumen yang disebut sebagai monumen pahlawan. Monumen tersebut dibangun dengan tujuan masyarakat Indonesia tetap mengenang perjuangan pahlawan dan menjadikannya sebagai warisan budaya kepada generasi-generasi selanjutnya. Warisan tersebut nantinya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Walaupun perjuangan memperebutkan kemerdekaan sudah berakhir, namun belumlah usai sampai di sini. Perjuangan untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan masihlah terus berlanjut. Tentu dengan diiringi dengan semangat nasionalis, kecintaannya yang begitu tinggi terhadap bangsanya. Yang telah diwujudkan oleh para pahlawan terdahulu. Haruslah senantiasa menghiasi di setiap langkah ini.
Apalagi yang namanya cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Keimanan yaang terus dipupuk salah satunya dengan cinta tanah air. Tidak rela apabila tanah airnya diinjak-injak kehormatannya. Direbut dan diklaim oleh negara lain, tentu jangan sampai.
Secara tidak langsung ada sebuah tanggung jawab besar yang diemban oleh generasi saat ini yaitu berjuang untuk terus mempertahankan keutuhan negara Indonesia. Tidaklah mau jika kasus menjual pulau ke negara lain terulang kembali. Juga terus mempertahankan apa yang selama ini dimiliki. Berbagai sumber daya alam yang melimpah baik itu sumber daya alam yang ada di laut maupun di darat.
Itu semua harus diperjuangkan mati-matian. Tidak hanya mempertahankan tetapi juga harus bisa memanfaatkan sumber daya yang ada agar dapat dinikmati secara merata oleh rakyat Indonesia. Oleh sebab itu marilah sebagai generasi muda up gradelah semangat juang dan rasa cinta tanah air kalian. Refleksikan semangat patriotisme dari pahlawan yang telah gugur dan jasanya akan tetap dikenang sepanjang masa.

Di Balik Keelokan Pulau Komodo

Presented by Kareen el_Qalamy

Indonesia, penuh dengan kekayaan alam dan pesonanya yang memukau. Sampai-sampai ada yang menyebut bahwa Indonesia itu bagaikan surga di dunia. Surga dimana dapat dengan mudah mendapatkan apa yang diinginkan. Menanam kayu pun bisa tumbuh menjadi tanaman yang dapat dinikmati untuk menuhi kehidupan sehari-hari.
Luasnya hutan yang dimiliki sehingga berbagai macam flora dan fauna nyaman tinggal di sana. Kehidupan di bawah air juga tidak bisa diragukan lagi keelokannya. Keindahan terumbu karang diiringi berbagai macam jenis ikan yang tengah bermain dengan asyiknya. Menambah semarak kehidupan di laut. Keelokan yang dipersembahkan sangatlah ampuh menarik minat para wisatawan karena tidak mau ketinggalan menikmati suasana alam yang sangat mempesona.
Pendapatan atau kas negara salah satu penopangnya adalah di sektor pariwisata. Semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah wisata semakin banyak pula pemasukan yang akan didapat. Apalagi sekarang berlaku sistem otonomi daerah. Jadi setiap daerah berlomba-lomba mempromosikan objek-objek wisata yang ada.
Tidak hanya promosi saja yang gencar dilakukan tetapi juga harus dibarengi dengan perbaikan di sarana dan prasarana yang menunjang. Jangan sampai realitas yang terjadi sangatlah bertolak belakang dengan apa yang dipromosikan. Karena itu nantinya akan membuat wisatawan kecewa dan akibatnya mereka tidak mau berkunjung ke objek wisata tersebut.
Khususnya bagi wisatawan manca negara, seandainya hal iu benar-benar terjadi maka nama baik Indonesia akan dipertaruhkan di kancah internasional. Bisa-bisa karena hal sepele misalnya dengan kurang terawatnya objek wisata yang ada akan memperburuk citra Indonesia dengan negara-negara lain. Apalagi sekarang sudah memasuki era globalisasi. Wisatawan manca tidak harus langsung berkunjung ketika ingin menikmati keindahan alam Indonesia karena informasi mengenai seluk beluk suatu objek wisata tertentu bisa segera diketahui dengan mudah dan cepat
Disebabkan banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk bisa mendapatkan kepuasan tersendiri ketika ingin menghabiskan liburan. Dengan bertandang ke objek wisata tertentu misalnya. Tentu dengan menghindari hal-hal yang bisa menimbulkan kekecewaan hati. Apakah sudah sesuai dengan keinginan dan kriteria tempat yang ingin dituju.
Sekarang ini marak mempromosikan tempat wisata dengan sistem voting atau dengan polling SMS. Objek wisata dengan hasil voting terbanyak akan menyandang gelar tertentu. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh suatu instansi yang mengatasnamakan dirinya ”New7Wonder”. Dimana instansi tersebut mengadakan sebuah sayembara penentuan objek wisata dari negara mana yang bisa masuk ke dalam kategori tujuh keajaiban dunia.
Tentu ini merupakan sebuah moment yang sangat menggiurkan khususnya bagi mereka-mereka yang berkecimpung di dunia pariwisata. Indonesia tidak mau ketinggalan dengan adanya event tersebut. Indikatornya adalah dengan masuknya salah satu objek wisata bergengsi di Indonesia sebagai nominasinya yaitu objek wisata Pulau Komodo.
Pulau Komodo memiliki daya tarik tersendiri untuk memikat wisatawan manca maupun domestik yang penasaran ingin menyaksikan satu-satunya fauna yang lain dari pada yang lain. Karena fauna satu ini disebut-sebut sebagai fauna yang pernah hidup di zaman purba hingga bertahan sampai saat ini. Hewan ini tidak bisa ditemui kecuali di pulau Komodo yang berada di Indonesia.
Tentu ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia karena dianugrahi keindahan alam yang sungguh sangat luar biasa. Namun permasalahan yang muncul apakah kita bisa menjaga dan merawatnya dengan baik? Itulah tantangan yang selalu dihadapi sampai kapanpun.
Dan hal yang lebih mengejutkan lagi, setelah diselidiki ternyata instansi ”New7Wonder” itu hanyalah fiktif belaka. Hal tersebut diketahui setelah mengkroscek langsung di alamat yang tertera di salah satu tempat di negara Swiss. Tempat yang dimaksud ternyata tidak ada. Padahal event tersebut tidak lantas terlepas dari yang namanya pendanaan. Negara-negara peserta diwajibkan harus membayarkan uang dengan nominal yang tidak sedikit. Lebih anehnya lagi penyelenggaraan event tersebut tidak transparan karena tidak diperbolehkan mengetahui hasil sementara dari polling SMS yang diadakan.
Sepertinya kok sia-sia sekali mengikuti event yang tidak jelas asal-muasalnya. Sebenarnya dengan tidak masuk menjadi salah satu nominasinya pun Pulau Komodo sudah diakui secara internasional sebagai salah satu cagar alam internasional dengan dua pengakuan dari UNESCO. Kalaupun misalnya benar-benar bisa masuk dalam daftar tujuh keajaiban dunia apakah nantinya tidak akan menggangu habitat yang ada di pulau Komodo juga mengganggu ketenangan ekosistem yang ada karena secara otomatis akan banyak orang yang berbondong-bondong berkunjung ke sana.
Alangkah lebih efektif jika dana yang tersedia tidak hanya digunakan untuk biaya promosi saja. Tetapi juga untuk melestarikan ekosistem yang ada di Pulau Komodo. Agar lebih terawat dan terjaga keasriannya. Terhindar dari kerusakan yang disebabkan oleh tangan-tangan jahil.

Kamis, 20 Oktober 2011

Rendahnya Kesadaran Berlalu Lintas.

By: Kareen el-Qalamy

Alat atau sarana transportasi. Siapa yang tidak membutuhkannya? Apalagi kalau kondisinya seperti sekarang ini. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah semuanya. Barang elektronik yang dulunya masih langka orang yang memilikinya, harga yang belum terjangkau, juga ketersediaan barang yang terbatas. Sehingga masyarakat tidak bisa mendapatkan itu semua dengan mudah. Bahkan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menikmatinya.
Lain halnya dengan realitas yang terjadi sekarang. Dimana alat-alat kebutuhan rumah tangga misalnya sangat mudah diperoleh. Keadaan perekonomian sepertinya sudah tidak menjadi penghambat bagi mereka untuk memiliki suatu barang tertentu. Misal sepeda motor, masyarakat hanya menyediakan beberapa lembar uang seratus ribuan saja sudah bisa membawa pulang sepeda motor yang diinginkan. Semuanya bisa didapat dengan sistem kredit. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan sudah menghipnotis gaya hidup masyarakat Indonesia. Itulah yang kemudian menjadi salah satu faktor pendukung semakin bertambahnya angka transportasi di negeri ini.
Kalau diperhatikan lebih lanjut bertambahnya kuantitas transportasi di jalan raya menyebabkan beberapa permasalahan yang sampai sekarang ini belum menemukan jalan keluar. Lihat saja di beberapa ruas jalanan ibukota atau malah hampir disetiap ruas jalan tidak pernah terlepas dari yang namanya kemacetan. Kemacetan sekarang ini memang sudah membudaya bagi kehidupan bangsa Indonesia. Segala bentuk aktivitas tidak lengkap rasanya jika tanpa diawali dan diakhiri dengan kemacetan ketika menuju ke tempat aktivitas atau ketika kembali ke rumah.
Bagaimana tidak macet lha wong jumlah jalannya tetap tidak bertambah namun angka kendaraan terus mengalami peningkatan sepanjang tahun. Hal ini juga diiringi dengan terus bertambahnya populasi penduduk di Indonesia. Memang perlu upaya keras untuk mengatasi problem seperti ini layaknya sebuah benang kusut yang sangat sulit dicari ujungnya. Semua pihak harus berpartisipasi turut andil mencari jalan keluar.
Baik itu pemerintah maupun masyarakatnya sendiri. Saling bekerjasama bagaimanapun caranya agar kemacetan yang melanda negeri ini segera teratasi minimal berkurang. Namun perlu diperhatikan juga kebijakan yang diambil jangan sampai merugikan salah satu pihak. Pemerintah selama ini telah berusaha memberlakukan berbagai macam kebijakan untuk bisa menanggulangi kemacetan. Salah satunya dengan standby di waktu-waktu dimana sering terjadi kemacetan untuk mengurai kendaraan agar kemacetan yang terjadi tidak semakin parah. Selain itu pemberlakuan sistem satu jalur, penentuan belokan untuk memutar bagi pengguna jalan agar tidak sembarangan ketika ingin memutar.
Semua itu diberlakukan untuk kebaikan semua pihak. Walaupun pengguna jalan sedikit direpotkan dengan berbagai peraturan lalu lintas. Tanpa adanya aturan yang mengatur bisa dibayangkan betapa kacaunya kondisi jalan ketika pengguna jalan seenaknya sendiri berlalu lalang, tidak hanya kemacetan yang terjadi bahkan kecelakaan pun pasti terjadi. Aturan sudah diberlakukan saja masih ada saja kecelakaan lalu lintas apalagi tidak adanya aturan yang diberlakukan. Tentu membuat kecelakaan akan semakin parah.
Inilah kehidupan,tidak bisa terlepas dari yang namanya aturan. Manusia dan peraturan yang akan selalu mengiringinya kemanapun manusia itu pergi. Karena dengann aturanlah manusia bisa menuju kepada kesejahteraan hidup. Tanpa aturan atau norma manusia akan hidup bebas layaknya kehidupan hewan yang tidak mengenal adanya aturan.
Namun permasalahannya di sini kesadaran dari masyarakat akan pentingnya menaati peraturan masih sangat rendah. Hal itu dapat dilihat ketika di jalan raya. Banyak sekali pelanggaran-pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh masyarakat. Mereka melanggar bukan karena ketidaktahuan akan adanya pemberlakuan aturan atau masih sangat minimnya sosialisasi aparat terkait peraturan berlalu lintas. Bukan juga karena masih terbatasnya fasilitas rambu-rambu lalu lintas yang ada. Walaupun tidak bisa dipungkiri seratus persen sebab-sebab di atas juga menjadi alasan para pengguna jalan melanggar aturan lalu lintas.
Namun yang paling penting dan paling berperan ketika suatu aturan itu berhasil membawa kemanfaatan adalah timbulnya kesadaran untuk menaati aturan berlalu lintas di setiap individu. Hal itu karena sangatlah percuma jika berbagai macam aturan diterapkan tetapi individu yang bersangkutan langsung dengan aturan tersebut tidak mau menaatinya. Di sini masyarakatlah yang memberikan porsi besar ketika suatu aturan berhasil diterapkan dan akan terlihat hasilnya.
Padahal kalau diperhatikan lebih lanjut kualitas pendidikan masyarakat mengalami peningkatan signifikan. Hampir setiap warga negara memperoleh hak untuk mengenyam pendidikan seetinggi mungkin dan itu sudah terealisasi. Seharusnya semakin tinggi jenjang pendidikan semakin bertambaah pula kesadaran akan menaati peraturan lalu lintas. Tetapi mengapa realitas yang terjadi sangatlah berbeda? Sangatlah disayangkan apabila rambu-rambu lalu lintas yang terpajang disepanjang jalan hanya sebagai hiasan semata tanpa makna tanpa adanya kesadaraan dari pengguna jalan untuk menaatinya.