Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 April 2015

Tentangmu FLP



Presented by Kareen el-Qalamy




Di saat aku menjalani kehidupan ini monoton saja
Hanya sebatas itu-itu saja yang kulakukan
Lambat laun rasa jenuh menghinggapiku.
Jenuh akan fatamorgana dunia ini
            Ingin rasanyya aku berlari meninggalkan semuanya ini
            Bukan bermaksud untuk lari meninmggalkan amanah suci
            Namun kenapa harus terus seperti ini
            Seakan-akan aku memasuki dunia lain dan aku kesasar di dalamnya.
Ya Rabb....kuatkanlah pundak ini
Untuk mengemban semua amanah-Mu
Sering kali aku mengadukan isi hattiku
Kepada-Mu sang pemilik hati
            Di settiap sujudku air mata ini berlinang
            Kapankah semua ini akan berakhir
            Aku tahu jalan dakwah sangatlah panjang
            Maka kuatkanlah untuk bisa terus menapakinya
Sampai tibalah suatu masa
Masa di mana ada secercah semangat
Semangat untuk terus memperjuangkan dienul Islam ini
Dan aku merasa sangat nyaman menjalaninya
            Saat itulah ketika Engkau mempertemukanku dengan FLP
            Seolah-olah membuat perjuangan ini menjadi lebih berwarna
            Walaupun aku tahu bukannya berkurang amanah ini
            Melainkan malah semakin bertambah.
Akan tetapi entah mengapa aku malah sangat menikmatinya
Seperti menemukan duniaku yang baru.
Berkontribusi secara nyata di dunia kepenulisan.
Walaupun apa yang kulakukan belumlah seberapa
Setidaknya sudah mulai berani untuk mengawali.
            Bersama dengan FLP, menjadi pejuang pena
            Bersama dengan FLP, memberikan pencerahan lewat tulisan
            Bersama dengan FLP, menumbuhkan budaya menulis
            Karena FLP, menggapai takwa dengan tinta.

Minggu, 24 Agustus 2014

Apakah Aku Masih Bisa?



Created by Kareen el-Qalamy


            Waktu cepat sekali berjalan
            Sungguh tidak terasa kamu membersamaiku
            30 hari lamanya engkau menemaniku
            Menemaniku dalam setiap aktivitas ibadah
            Ibadah yang penuh dengan kekhusyukan dan kepasrahan diri
           
            Ada pertemuan pasti ada perpisahan
            30 hari sudah berlalu
            Saatnya engkau meninggalkan kami
            11 bulan lamanya kuharus menunggu
            Menunggu agar dapat berjumpa lagi denganmu
Namun, itupun tidak ada jaminan apakah aku masih bisa berjumpa denganmu?

Oh...Ramadhan...
Apakah kelak aku masih bisa merasakan kehadiranmu?
Apakah aku masih bisa merasakan seperti halnya tahun-tahun kemarin?
Merasakan nuansamu bersama teman-teman IRMAQIIN
Merasakan nuansamu bersama adik-adik FORISMA
Merasakan nuansamu bersama teman-teman FORSIMA
Merasakan nuansamu bersama ayah, ibu, adik dan sanak saudara

Oh....Ramadhan....
Apakah aku masih bisa?
Bertemu kembali denganmu bulan penuh kemuliaan
Sebelum engkau benar-benar pergi, izinkan aku...
Izinkan aku untuk memeluk erat dirimu
Seakan-akan aku tidak mau berpisah denganmu

Namun apa daya hal itu tidak akan pernah terjadi
Engkau tetap akan pergi
Izinkan aku untuk melepasmu sepenuh hati
Dan menjadikanmu kenangan terindah dalam hidupku
Aku kan selalu merindukan hadirmu kembali
Oh....Ramadhan....




            

Munajat Cinta



Presented by Kareen el-Qalamy



Sudah fitrah manusia
Ingin dicintai dan mencintai
Begitu juga denganku
Mendamba cinta dari seorang lelaki

Lelaki yang dikirimkan oleh Allah
Agar aku bisa mendampinginya
Mendampingi di setiap perjuangan di medan dakwah
Yang nantinya menjadi imam buatku
Menjadi ayah bagi anak-anakku nanti

Izinkan aku mempersiapkan diri
Untuk menjemput jodohku
Memanjatkan do’a
Berikhtiar selalu
Demi munajat cintaku pada-Mu ya Allah...









Jumat, 11 Juli 2014

Tetaplah Tegar GAZA...

Karya: Kareen el-Qalamy



            Lagi-lagi terjadi, peristiwa yang membuat mata dunia terbelalak.
            Di saat seluruh umat Islam khusyuk menjalankan ibadah di bulan Ramadhan
            Kondisi yang sangat berbeda dialami oleh saudara muslim di bumi Gaza
            Mereka saat ini dalam kondisi terancam
            Terancam jiwa dan keselamatannya
            Hujan air sudah berganti menjadi hujan rudal dan peluru
            Tiap menit terjadi terus-menerus bahkan semakin deras saja
            Ratusan rumah dan infrastruktur luluh lantah.
            Nyawa-nyawa tidak berdosa bergelimpangan
            Tidak pandang bulu, wanita dan anak-anak juga menjadi sasaran
     Sasaran dari kebrutalan bangsa biadab yang sudah tidak ada lagi secuilpun rasa kemanusiaan.
Entah sampai kapan tragedi Gaza Merintih terjadi
Akankah semua itu berakhir atau malah tanpa ujung?
Sampai kapan ketegaran, kesabaran dan ketabahan mereka diuji
Namun itu semua tidak akan pernah membuat mereka berputus asa
Tidak pernah berputus asa dari rahmat Tuhannya
Karena rakyat Gaza yakin, pertolongan Allah akan selalu datang
Datang kepada mereka yang bisa meletakkan Al-Qur’an di hati mereka.
Tidk hanya sekadar meletakkan .Qur’an di tangan atau mulut mereka.
Tetaplah tegar GAZA....
Do’a kami selalu menyertaimu
Walaupun raga ini belum bisa menyambangimu
Setidaknya lantunan do’a terus mengalir membasahi gersangnya kepedulian akan jerit tangis kalian.
Tetaplah tegar GAZA....
Yakinlah bahwa janji Allah itu pasti bagi orang-orang yang mau berjihad di jalan-Nya.
Tetaplah tegar GAZA....

Kamis, 21 Maret 2013

Di sini, Mengajarkanku akan Arti........


Presented by Kareen el-Qalamy


Di sini, mengajarkanku akan arti kebersamaan
Yang akan terasa menentramkan, selamanya..

Di sini, mengajarkanku akan arti cinta
Bukan cinta yang berlandaskan nafsu semata tetapi cinta karena Illahi Robbi...

Di sini, mengajarkanku akan arti kesabaran
Ketika harus dituntut seimbang antara amanah dan studi...

Di sini, mengajarkanku akan arti kesyukuran
Ketika  masih diberi kesempatan untuk merasakan ketentraman di dalam dien ini...

Di sini, mengajarkanku akan arti indahnya ukhuwah
Bisa merasakan kenikmatan bertemu dengan barisan dakwah ini...

Moment-moment indah akan selalu terpatri di sanubari....(Ini kesanku, mana kesanmu???)

Sabtu, 14 Juli 2012

Aku Hanyalah Seorang Manusia


By Karina Pramitasari

Diciptakan dari tanah
Lalu ditiupkan ruh ke dalamnya
Menjadi makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna
Dengan bentuk yang sebaik-baiknya

Mengemban tugas mulia
Tugas sebagai khalifah
Menjadikan bumi terjaga kelestariannya
Hidup berdampingan dengan alam

Namun pada praktiknya
Banyak manusia menyalahi tugas
Seharusnya menjaga malah merusak
Eksploitasi terus dilakukan
Tanpa mengenal lelah

Didapat kerusakan terjadi di mana-mana
Bencana alam terus melanda
Korban terus berjatuhan
Kerugian semakin bertambah.

Itulah manusia
Tempatnya segala salah dan dosa
Apa tidak segera sadar
Allah maha Penerima taubat

Selasa, 19 April 2011

Berada di Persimpangan Jalan

Bingung.....
Itulah yg kurasakan sekarang ini...
Berada di persimpangan jalan, kemana kaki ini akan melangkah...
Melangkah untuk melanjutkan kehidupan...
Jangan sampai tersesat atau bahkan menemui jalan buntu...
Petunjuk2 jalan selalu kutaati...
Karena kuyakin bahwasannya petunjuk2 yg ada bisa membimbingku...
Menemui suatu kebahagiaan hidup, tidak hanya di dunia...
Namun bayangan itu sering kali hadir...
Menghantuiku dan mencoba untuk menggoyahkan keyakinanku...
Keyakinan yang selama ini aku pegang erat2...
Kalau bukan karena kasih sayang-Mu ya Rabb...
Entah akan menjadi seperti apa diri ini sekarang...
Kondisi zaman yang semakin tidak menentu...
Yang senantiasa menanti adanya mangsa...
Mangsa yang sedikit saja lengah...
Teguhkan pendirianku ini...
Hingga akhir hayat...
KEKALKANLAH RASA PENGHAMBAANKU....!!!

Rabu, 16 Maret 2011

Jejak Permanen

Serentetan aktivitas selalu menghadang
Menghalangiku melepas lelah sejenak
Dari pagi hingga sore menjelang
Dari matahari mengintip di ufuk timur
Sampai kembali keperaduannya

Begitulah seterusnya siklus kehidupan
Entah kapan akan segera berakhir
Namun jangan dulu...
Sebelum diri ini meninggalkan jejak
Jejek-jejak sejarah...

Yang akan selalu berkesan
Sepanjang masa
Walau diri ini lekang dimakan senja
Dan jejak-jejak itupun semakin bertambah
Bahkan terukir indah di atas dunia

Created by Cha-My

Jumat, 19 November 2010

Harapan yang Terus Dinanti


By Chamy
Gemericik air hujan turun dari langit
Terdengar begitu mengalun merdu
Angin bertiup menyejukkan kalbu

Kalbu yang haus dan gersang
Ibarat tanah tandus dan kering
Mendambakan adanya setitik pencerahan
Pencerahan yang begitu hangatnya
Menerangi apa saja yang ada di sekelilingnya

Apakah semua itu hanya tinggal harapan
Harapan yang tidak akan pernah tercapai
Dikarenakan tangan ini tidak kuasa meraihnya

Oh…..namun sayang
Semangat ini tidak pernah padam
Untuk selalu mengharap belaian kasih sayang-Mu

Senantiasa menanti-nanti dan terus menanti
Sampai jasad ini lemah terkulai tiada daya
Hingga tidak ada lagi kekuatan yang tersisa
Penantian tiada ujung
Yang akan terus berlanjut
Sampai berakhirnya masa